I could describe to you my gorgeous bird, how you unite in yourself the beauties of form, plumage, and song! And I'd tell you that you are the greatest marvel of all ages, and I should only be speaking the simple truth. But to put all this into suitable words, my superb one, I should require a voice far more harmonious than that which is bestowed upon my species. I am the humble owl that you mocked at only lately, therefore, it cannot be.
I will not tell you to what degree you are dazzling and to the birds of sweet song who, as you know, are none the less beautiful and appreciative. I am content to delegate to them the duty of watching, listening and admiring, while to myself I reserve the right of loving, this may be less attractive to the ear, but it is sweeter far to the heart. I feel and thinking of you.
My baby, I can not reiterate it too often that I can never express it as much as I feel to you. I recognize you in all the beauty that surrounds me in form, in color, in perfume, in harmonious sound and all of these mean you to me. You are superior to all that I see and admire to be! You are not only the solar spectrum with the seven luminous colors, but the sun herself, that illumines, warms, and revivifies.. This is what you are, and I am the lowly man that adores you. That's you my Queen.
#sounds like a Shakespeare's words, doesn't it?# ;-)
Monday, April 11, 2011
Wednesday, February 9, 2011
Pangeran William atau Shrek?
melambai-lambai nyiur di pantai
berdesir angin menelusup hati
bulu kudukku berdiri
mendengar kisah tentangnya
imajinasiku membubung tinggi
membayangkan sosoknya
ah,
tak usah kau pikir ia bak pangeran
duh,
tak usah kau pikir ia bak spiderman
cukup...sedang...proporsional...
jangan berlebihan berkhayal
jangan berlebihan berharap
siapa tahu dia memang seperti pangeran William
siapa tahu dia ternyata seperti Shrek
hahaa
maka,
cukup...sedang...proporsional sajalah...
hati memang bagian super sensitif
pikiran memang bagian super kreatif
lalu,
kamu mau pilih pakai hati atau pikiran?
ah,
tergantung...
siapa tahu ia memang berwajah pangeran William dan berhati Shrek
;-)
-Enno-
#prosabebas#
berdesir angin menelusup hati
bulu kudukku berdiri
mendengar kisah tentangnya
imajinasiku membubung tinggi
membayangkan sosoknya
ah,
tak usah kau pikir ia bak pangeran
duh,
tak usah kau pikir ia bak spiderman
cukup...sedang...proporsional...
jangan berlebihan berkhayal
jangan berlebihan berharap
siapa tahu dia memang seperti pangeran William
siapa tahu dia ternyata seperti Shrek
hahaa
maka,
cukup...sedang...proporsional sajalah...
hati memang bagian super sensitif
pikiran memang bagian super kreatif
lalu,
kamu mau pilih pakai hati atau pikiran?
ah,
tergantung...
siapa tahu ia memang berwajah pangeran William dan berhati Shrek
;-)
-Enno-
#prosabebas#
Wednesday, January 12, 2011
Another Gift from Allah SWT
I'm getting more excited to realize that I have plenty talents. Absolutely this another talent hasn't been realized for so many years. I can't believe it!
Actually, I have this interest about 1-2 years ago. But unfortunately only crossed on my mind. It's not being exposed and not being noticed by me.
Yesterday, I made a record of my voice and I asked 2 friends of mine to listen it. And they said that it's good enough but still need more practice for intonation and emotion. One of them said that she didn't believe that it was my voice. Hahaa. That's Enno! Full of surprises, hah? :-D
Hopefully, I really can fulfill my another desire, becoming a dubber-woman. ^_^ (amiin)
Let's practice our voice, shall we? :-)
Subhanallah. Alhamdulillah. Thanks for YOUR another gift for me, ya Rabb. :-)
-Enno-
http://etalasseque.blogspot.com/
http://studiodesain99.blogspot.com/
http://facebook.com/enno.widjiningrum/
Actually, I have this interest about 1-2 years ago. But unfortunately only crossed on my mind. It's not being exposed and not being noticed by me.
Yesterday, I made a record of my voice and I asked 2 friends of mine to listen it. And they said that it's good enough but still need more practice for intonation and emotion. One of them said that she didn't believe that it was my voice. Hahaa. That's Enno! Full of surprises, hah? :-D
Hopefully, I really can fulfill my another desire, becoming a dubber-woman. ^_^ (amiin)
Let's practice our voice, shall we? :-)
Subhanallah. Alhamdulillah. Thanks for YOUR another gift for me, ya Rabb. :-)
-Enno-
http://etalasseque.blogspot.com/
http://studiodesain99.blogspot.com/
http://facebook.com/enno.widjiningrum/
Saturday, December 25, 2010
Cantik vs Cerdas
Ada dua kata yang menggelitik hati saya untuk beropini. Pertama ‘cantik’ dan kedua ‘cerdas’. Sebagai kaum hawa tentu saja saya ingin memiliki kedua sifat itu dalam diri saya. Tentunya dengan asumsi saya adalah seorang yang berakhlak baik. Namun kali ini saya ingin membahas dari sudut pandang kaum adam. Dan berdasarkan penglihatan saya terhadap kaum adam tersebut.
Alangkah beruntungnya kaum hawa yang dianugerahi wajah cantik dan memiliki pemikiran yang cerdas sekaligus. Subhanallah. Itu karunia Allah yang luar biasa. Namun pada kenyataannya saya melihat banyak wanita cerdas yang berwajah biasa alias standar. Ehm… apa maksudnya? Apa hubungannya dengan kaum adam ya?
Begini saya sering memperhatikan bahwa di mana pun, para pria akan cenderung ingin menarik perhatian wanita cantik. Entah itu dengan motivasi ingin berteman atau motivasi istimewa lainnya. Nah, ada kalanya wanita cantik itu berteman dengan wanita cerdas yang berwajah standar. Saya bisa mengatakan bahwa para pria tetap akan lebih tertarik pada si wanita cantik. Para pria tetap akan selalu berusaha untuk mengambil hati si wanita cantik. Anggap saja kedua wanita yang saling bersahabat itu sama-sama sholehah. Saya akan tetap mengatakan bahwa para pria akan tetap lebih tertarik pada si wanita cantik.
Terkadang saya bertanya, “Apakah wanita berwajah cantik yang sholehah namun tidak terlalu cerdas akan selalu lebih menarik dibandingkan dengan wanita berwajah standar yang sholehah namun cerdas?”
MasyaAllah, entah apa di balik kenyataan itu?
Tapi memang pada dasarnya kecantikan lahiriah seringkali akan tampak lebih menggiurkan dibandingkan kecerdasan. Tolong jangan bilang anda tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Jujur saja, saya pun akan bilang demikian. Namun hal yang membuat saya duduk termangu adalah “Mengapa Allah memberikan naluri seperti itu pada manusia? Lalu bagaimana nasib wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar nanti? Apakah mereka akan ditakdirkan tidak menarik di mata kaum adam?”
Mungkin ketika ditanya ‘bagaimana kriteria wanita yang akan anda jadikan pendamping hidup’ para pria akan mengatakan, “Saya ingin menikahi wanita sholehah yang berwajah cantik dan sekaligus cerdas. Saya ingin memiliki keturunan yang baik, cantik, dan cerdas.” Ehm… subhanallah itu cita-cita yang sangat mulia. Kalau ada yang tidak bercita-cita demikian maka menurut saya, dia bukan pria yang punya mimpi. Lalu saya kembali bertanya, “Bagaimana nasib wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar?”
Saya berasumsi untuk mewakili wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar yang sudah memasuki usia panik untuk menikah. Anggap saja wanita berusia 30 tahun ke atas. Mereka memiliki akhlak yang baik, pekerjaan yang baik, dan pemikiran yang cerdas serta siap untuk menikah. Saya bertemu dengan salah satu dari mereka. Dari diskusi kami, saya berkesimpulan bahwa wanita tersebut mengalami sedikit keputusasaan terhadap para pria. Dia menganggap bahwa para pria hanya tertarik pada kecantikan fisik seorang wanita. Dia pesimis ada pria yang tidak mengedepankan kecantikan sebagai kriteria wanita idamannya. Ehm… memprihatinkan. Kemudian saya mendapat cerita mengenai wanita berusia 35 tahunan yang ketika ditanya mengenai pernikahan dia menjawab, “Yaah… mana ada pria yang mau denganku? Kalaupun ada mungkin seorang duda.” Lalu apa yang terjadi? Sebentar lagi wanita itu akan menikah dengan seorang duda. Perkataan kita memang sebuah doa yang didengar Tuhan. Jadi, janganlah sembarangan dalam berkata karena itu doa anda.
InsyaAllah sekitar enam bulan lagi saya akan memasuki usia 30 tahun. Tapi kini saya hanya ingin mengungkapkan penilaian saya mengenai cantik vs cerdas bagi seorang wanita. Memang notabene para pria cenderung memilih pasangan hidupnya dari daya tarik fisiknya daripada kecerdasannya. Memang saya belum melakukan riset ke 10.000 orang pria, namun saya hanya memperhatikan lingkungan di sekitar saya. Dan saya pikir itu adalah fakta. Anda setuju? Saya berasumsi anda setuju. Lantas bagaimana?
Firman Allah di surat An Nuur ayat : 26 yang berbunyi:
“...wanita baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik. Dan laki-laki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik...” Dan itu adalah jawaban dari topik yang saya bahas kali ini. Jangan ragu sedikitpun terhadap kekuasaan Allah ta’ala. Memang kalau dipikir secara rasional, tidak adil ketika para pria cenderung memilih pasangan dari kecantikannya saja. Kembali saya garis bawahi dengan asumsi wanita tersebut berakhlak baik, baik si cantik maupun si cerdas. Namun kalau kita memahami firman Allah tersebut, kita akan paham bahwa Allah Maha Adil. Dan jangan sekali-kali pesimis dalam perkataan atau perbuatan kita karena perkataan tersebut akan didengar Allah sebagai sebuah pengharapan. Jadilah yang terbaik di tempat kau berdiri.
Cantik atau cerdaskah anda para wanita, tetaplah bersyukur dan rendah hati. Yakinlah akan ada minimal 2 pria yang mencintai anda apa adanya. Berdoalah bahwa yang terbaik akan datang dari Allah, cantik atau cerdas itu hanya topeng bukan? Yang terpenting adalah qalbu anda, kita, dan saya.
Salam hangat,
-Enno-
http://etalasseque.blogspot.com/
http://studiodesain99.blogspot.com/
Alangkah beruntungnya kaum hawa yang dianugerahi wajah cantik dan memiliki pemikiran yang cerdas sekaligus. Subhanallah. Itu karunia Allah yang luar biasa. Namun pada kenyataannya saya melihat banyak wanita cerdas yang berwajah biasa alias standar. Ehm… apa maksudnya? Apa hubungannya dengan kaum adam ya?
Begini saya sering memperhatikan bahwa di mana pun, para pria akan cenderung ingin menarik perhatian wanita cantik. Entah itu dengan motivasi ingin berteman atau motivasi istimewa lainnya. Nah, ada kalanya wanita cantik itu berteman dengan wanita cerdas yang berwajah standar. Saya bisa mengatakan bahwa para pria tetap akan lebih tertarik pada si wanita cantik. Para pria tetap akan selalu berusaha untuk mengambil hati si wanita cantik. Anggap saja kedua wanita yang saling bersahabat itu sama-sama sholehah. Saya akan tetap mengatakan bahwa para pria akan tetap lebih tertarik pada si wanita cantik.
Terkadang saya bertanya, “Apakah wanita berwajah cantik yang sholehah namun tidak terlalu cerdas akan selalu lebih menarik dibandingkan dengan wanita berwajah standar yang sholehah namun cerdas?”
MasyaAllah, entah apa di balik kenyataan itu?
Tapi memang pada dasarnya kecantikan lahiriah seringkali akan tampak lebih menggiurkan dibandingkan kecerdasan. Tolong jangan bilang anda tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Jujur saja, saya pun akan bilang demikian. Namun hal yang membuat saya duduk termangu adalah “Mengapa Allah memberikan naluri seperti itu pada manusia? Lalu bagaimana nasib wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar nanti? Apakah mereka akan ditakdirkan tidak menarik di mata kaum adam?”
Mungkin ketika ditanya ‘bagaimana kriteria wanita yang akan anda jadikan pendamping hidup’ para pria akan mengatakan, “Saya ingin menikahi wanita sholehah yang berwajah cantik dan sekaligus cerdas. Saya ingin memiliki keturunan yang baik, cantik, dan cerdas.” Ehm… subhanallah itu cita-cita yang sangat mulia. Kalau ada yang tidak bercita-cita demikian maka menurut saya, dia bukan pria yang punya mimpi. Lalu saya kembali bertanya, “Bagaimana nasib wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar?”
Saya berasumsi untuk mewakili wanita-wanita cerdas yang sholehah namun berwajah standar yang sudah memasuki usia panik untuk menikah. Anggap saja wanita berusia 30 tahun ke atas. Mereka memiliki akhlak yang baik, pekerjaan yang baik, dan pemikiran yang cerdas serta siap untuk menikah. Saya bertemu dengan salah satu dari mereka. Dari diskusi kami, saya berkesimpulan bahwa wanita tersebut mengalami sedikit keputusasaan terhadap para pria. Dia menganggap bahwa para pria hanya tertarik pada kecantikan fisik seorang wanita. Dia pesimis ada pria yang tidak mengedepankan kecantikan sebagai kriteria wanita idamannya. Ehm… memprihatinkan. Kemudian saya mendapat cerita mengenai wanita berusia 35 tahunan yang ketika ditanya mengenai pernikahan dia menjawab, “Yaah… mana ada pria yang mau denganku? Kalaupun ada mungkin seorang duda.” Lalu apa yang terjadi? Sebentar lagi wanita itu akan menikah dengan seorang duda. Perkataan kita memang sebuah doa yang didengar Tuhan. Jadi, janganlah sembarangan dalam berkata karena itu doa anda.
InsyaAllah sekitar enam bulan lagi saya akan memasuki usia 30 tahun. Tapi kini saya hanya ingin mengungkapkan penilaian saya mengenai cantik vs cerdas bagi seorang wanita. Memang notabene para pria cenderung memilih pasangan hidupnya dari daya tarik fisiknya daripada kecerdasannya. Memang saya belum melakukan riset ke 10.000 orang pria, namun saya hanya memperhatikan lingkungan di sekitar saya. Dan saya pikir itu adalah fakta. Anda setuju? Saya berasumsi anda setuju. Lantas bagaimana?
Firman Allah di surat An Nuur ayat : 26 yang berbunyi:
“...wanita baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik. Dan laki-laki baik-baik hanya untuk wanita baik-baik...” Dan itu adalah jawaban dari topik yang saya bahas kali ini. Jangan ragu sedikitpun terhadap kekuasaan Allah ta’ala. Memang kalau dipikir secara rasional, tidak adil ketika para pria cenderung memilih pasangan dari kecantikannya saja. Kembali saya garis bawahi dengan asumsi wanita tersebut berakhlak baik, baik si cantik maupun si cerdas. Namun kalau kita memahami firman Allah tersebut, kita akan paham bahwa Allah Maha Adil. Dan jangan sekali-kali pesimis dalam perkataan atau perbuatan kita karena perkataan tersebut akan didengar Allah sebagai sebuah pengharapan. Jadilah yang terbaik di tempat kau berdiri.
Cantik atau cerdaskah anda para wanita, tetaplah bersyukur dan rendah hati. Yakinlah akan ada minimal 2 pria yang mencintai anda apa adanya. Berdoalah bahwa yang terbaik akan datang dari Allah, cantik atau cerdas itu hanya topeng bukan? Yang terpenting adalah qalbu anda, kita, dan saya.
Salam hangat,
-Enno-
http://etalasseque.blogspot.com/
http://studiodesain99.blogspot.com/
Wednesday, December 22, 2010
Tukang Sayur
Saya bukanlah seorang wanita yang akrab dengan tukang sayur. Mungkin nanti ketika saya sudah menjadi seorang istri/ibu saya akan berakrab-akrab ria dengan para tukang sayur. :-)
Tetapi kemarin pagi ketika saya hendak pergi, saya memperhatikan seorang tukang sayur langganan para ibu di sekitar rumah saya. Ehmm. Tiba-tiba saya tertawa keras! Anda tahu kenapa?
Sebelumnya saya berpikir bahwa profesi paling banyak cobaan (dalam hal syahwat) adalah profesi para aktor/aktris, selebritis lah. Namun ternyata itu tidak seratus persen benar. Anda tahu kenapa?
Karena profesi tukang sayur pun besar sekali cobaannya. Haha. Kemudian anda bertanya, mengapa saya berkata demikian.
Coba anda bayangkan, setiap pagi para tukang sayur pasti dikerumuni para ibu, para pembantu rumah tangga, para gadis belia yang mungkin baru saja bangun tidur. Dan anda sadar atau tidak? Para pelanggan tukang sayur itu, biasanya enggan berdandan rapi bukan? Biasanya mereka mengenakan daster, baju tidur (transparan), celana pendek ketat, atau baju lekton (tank top). Nah, di situlah letak godaannya!
Ehmm. Pantaslah para tukang sayur semangat ya berjualan keliling di pagi hari!
Jadi, saran saya. Bagi anda para ibu, pembantu rumah tangga, atau pun gadis belia yang hendak membeli sayur di tukang sayur keliling, tolong agar mengenakan pakaian yang tidak 'mengundang' si tukang sayur.
Don't get pissed off, yaa! :-))
-Enno-
http://studiodesain99.blogspot.com/
http://etalasseque.blogspot.com/
Tetapi kemarin pagi ketika saya hendak pergi, saya memperhatikan seorang tukang sayur langganan para ibu di sekitar rumah saya. Ehmm. Tiba-tiba saya tertawa keras! Anda tahu kenapa?
Sebelumnya saya berpikir bahwa profesi paling banyak cobaan (dalam hal syahwat) adalah profesi para aktor/aktris, selebritis lah. Namun ternyata itu tidak seratus persen benar. Anda tahu kenapa?
Karena profesi tukang sayur pun besar sekali cobaannya. Haha. Kemudian anda bertanya, mengapa saya berkata demikian.
Coba anda bayangkan, setiap pagi para tukang sayur pasti dikerumuni para ibu, para pembantu rumah tangga, para gadis belia yang mungkin baru saja bangun tidur. Dan anda sadar atau tidak? Para pelanggan tukang sayur itu, biasanya enggan berdandan rapi bukan? Biasanya mereka mengenakan daster, baju tidur (transparan), celana pendek ketat, atau baju lekton (tank top). Nah, di situlah letak godaannya!
Ehmm. Pantaslah para tukang sayur semangat ya berjualan keliling di pagi hari!
Jadi, saran saya. Bagi anda para ibu, pembantu rumah tangga, atau pun gadis belia yang hendak membeli sayur di tukang sayur keliling, tolong agar mengenakan pakaian yang tidak 'mengundang' si tukang sayur.
Don't get pissed off, yaa! :-))
-Enno-
http://studiodesain99.blogspot.com/
http://etalasseque.blogspot.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)
